Minyak tanah (minah) lagi-lagi langka dan mahal di Kota Padangsidimpuan. Pemerintah Kota (Pemko) setempat didesak bertindak cepat mengantisipasi masalah tersebut sehingga masyarakat tidak resah. Berdasarkan informasi yang dihimpun media massa, harga minah di Kota Padangsidimpuan saat ini berkisar antara Rp6.000 hingga Rp7.000 per liter. Sementara harga eceran tertinggi (HET) minah di Kota Padangsidimpuan hanya Rp3.200 per liter.
Salah seorang ibu rumah tangga Bauriah Nasution,35, warga Kelurahan Losung, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, mengaku kesulitan akibat kelangkaan dan mahalnya harga minah. Setiap hari, dia harus berkeliling ke beberapa kedai dan pasar agar bisa mendapatkan minah untuk kebutuhan memasak. “Sekarang harga minah di kelurahan kami sudah mencapai Rp6.000 per liter. Namun, harga itu setiap saat bisa berubah dan biasanya lebih mahal.
Kemarin menjelang tahun baru 2011 saja, harganya sempat mencapai Rp8.000 per liter,”tandasnya. Tingginya harga dan kelangkaan minah diduga akibat permainan agen. Soalnya, jumlah minah yang ada di tingkat pengecer sangat sedikit. Para agen ditengarai sengaja hanya memberikan sedikit jatah minah kepada pengecer dan sisanya ditimbun untuk selanjutnya dijual keluar Kota Salak itu. Sesuai data yang diperoleh SINDO,jumlah agen minah di Kota Padangsidimpuan lima orang, yaitu Muncong,Sati Batubara,Akarimto, Nelly Siregar,dan Hasibuan. Kelimanya sama-sama memiliki pangkalan dan pengecer yang tersebar di enam kecamatan di Kota Padangsidimpuan. Kepala Bagian Humas dan Arsip Pemko Padangsidimpuan Ahmad Bestari Lubis mengatakan,pemerintah daerah sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kelangkaan dan mahalnya harga minah.
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dan Pengelolaan Pasar (Disperindagkoppas) setempat juga sudah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengawasi distribusi minah di lapangan. Namun, hasilnya tetap tidak memuaskan. “Selain itu, Pemko bekerja sama dengan Pertamina juga telah menjalankan program nasional, yakni konversi minah ke gas elpiji. Namun, hal itu juga belum berjalan. Masyarakat sepertinya enggan menggunakan kompor gas elpiji karena takut tabungnya meledak,” tutur Ahmad Bestari Lubis kepada SINDO,kemarin. Meskipun demikian, Bestari mengatakan pihaknya tidak akan putus asa.
Disperidagkoppas Pemko Padangsidimpuan akan terus melakukan pengawasan dan menyosialisasikan penggunaan kompor gas elpiji untuk menyukseskan program konversi minah.“Sebab, mau tidak mau, perlahan namun pasti, pemerintah pusat akan mencabut subsidi minah dan akan menghentikan peredaran minah ke masyarakat,”tandasnya. Sementara itu,Ketua Komisi II DPRD Kota Padangsidimpuan Ashari Harahap mengatakan akan tetap mendorong Pemko Padangsidimpuan untuk mencari solusi atas kelangkaan dan mahalnya harga minah. Sebab, dia menduga kondisi itu terjadi karena permainan agen dan lemahnya pengawasan dari Pemko.
Dia juga berharap agar Pemko Padangsidimpuan tidak terlalu memaksakan penggunaan kompor gas elpiji kepada masyarakat. Soalnya, masyarakat saat ini masih trauma menggunakannya karena banyaknya pemberitaantentangtabunggas elpiji isi 3 kilogram yang meledak. “Kita kan sudah sama-sama melihat dan menonton di layar televisi begitu banyak masyarakat yang sudah menjadi korban akibat ledakan tabung gas elpiji. Jadi masyarakat masih trauma,”tuturnya. Sedangkan menyangkut kelangkaan dan mahalnya minah, Ashari mengatakan, sebenarnya persoalan itu sangat mudah diatasi. Pemko cukup memanggil kelima agen dan pemilik pangkalan minah.
Kemudian, menanyakan jumlah pasokan minah yang mereka terima serta melakukan pengawasan dalam pendistribusiannya hingga ke tingkat pengecer. Jika hal itu sudah dilakukan, dia yakin minah tidak akan pernah langka dan harganya kembali stabil sesuai HET yang berlaku di Kota Padangsidimpuan. “Kami sudah pernah meminta data dari Pertamina berapa jumlah pasokan minah untuk Kota Padangsidimpuan. Dari dari itu jelas terlihat bahwa pasokan minah itu cukup jika hanya dijual kepada masyarakat di sini,”paparnya. Demikian catatan online nokia.grandong.com tentang Minyak tanah (minah) lagi-lagi langka dan mahal.
Senin, 21 Februari 2011
Minyak tanah (minah) lagi-lagi langka dan mahal
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar